5 STATISTIK KECANDUAN JUDI YANG MENGKHAWATIRKAN

Pecandu judi atau biasa yang disebut dengan penjudi kompulsif atau judi patologis adalah seseorang yang mempunyai dorongan tak tertahankan untuk berjudi, ia mengindahkan dampak negatif yang mungkin akan menggerogoti segi aspek pribadi, sosial atau finansialnya. Kecanduan judi adalah kondisi kronis, sangat mirip dengan alkoholisme atau kecanduan narkoba menurut Medline Plus.

Kecanduan judi yang mengkhawatirkan sering terjadi akibat aksi perjudian yang berlebihan, sehingga kecanduan tersebut dapat menyebabkan malapetaka dalam kehidupan seseorang. Menurut sumber yang dilansir oleh National Library of Medicine AS menyimpulkan bahwa kecanduan narkoba bekerja sebagai gangguan berbasis senyawa sedangkan kecanduan judi lebih berkaitan dengan ketidakmampuan seseorang dalam mengendalikan dorongan.

Dan pada akhirnya, hilangnya pengendalian tersebut yang mendefinisikan perilaku adiktif terlepas dari kegiatan yang terlibat. Statistik Kecanduan Perjudian menyatakan bahwa faktor “kehilangan kendali” ini adalah penyebab utama dan sangat mengkhawatirkan.

Statistik Kecanduan Perjudian menunjukkan bagaimana masalah perjudian dapat mengakhiri hidup seseorang lebih dari satu cara. Berbeda dengan kasus kecanduan lainnya, orang yang mengidap kecanduan judi lebih rentan menderita gangguan psikologis lain tanpa mereka sadari. Apabila ini dibiarkan berlarut-larut maka konsekuensi besar akan terjadi ketika kecanduan tersebut tidak dapat diobati.

1. Tren Perjudian

Seperti yang telah dilansir oleh beberapa sumber, tren atau pola perilaku tertentu mulai muncul ke permukaan dalam suatu populasi tertentu. Penuturan Statistik Kecanduan Perjudian tidak berbeda dengan poin tersebut dan menurut University of New York beberapa tren perjudian secara umum menunjukkan :

– Orang yang terkena masalah penyalahgunaan alkohol 23 kali lipat lebih rentan terkena dampak masalah kecanduan judi.

– Lebih dari 80% jumlah orang dewasa di Amerika berjudi tiap tahun.

– 3 sampai 5 orang dari 100 penjudi sedang berjuang keras menghadapi masalah perjudian.

– Sebanyak 750.000 anak muda dari usia 14 sampai 21 tahun memiliki masalah kecanduan judi.

2. Perjudian dan Tindakan Kriminal

Selama aksi perjudian dan kriminal berlangsung, data Statistik Kecanduan Perjudian mengungkapkan jika ada hubungan erat antara pecandu judi dan aksi kriminal, dan mereka kemungkinan besar dapat melakukan kejahatan. Menurut Georgia State University, tingkat kecanduan judi untuk pelaku kriminal sangat tinggi, rata-rata sekitar 50% dari mereka yang terkena dampak masalah perjudian melakukan kejahatan guna memuaskan hasrat mereka untuk berjudi.

3. Perjudian Perguruan Tinggi

Statistik Kecanduan Perjudian menunjukkan bahwa orang yang berusia antara 20 dan 30 tahun memiliki tingkat tertinggi kategori masalah perjudian. Menurut University of North Carolina di Wilmington menyimpulkan :

– Sebanyak 75% dari mahasiswanya mengaku telah melakoni aksi perjudian selama setahun.

– Resiko perkembangan kecanduan judi sebagian besar terjadi pada mahasiswa.

– Diperkirakan sebanyak 6% dari mahasiswa di Amerika sedang berjuang keras melawan masalah perjudian yang menyelimuti diri mereka.

4. Perjudian & Tren PTSD

Orang yang mengidap gangguan stress pasca trauma atau PTSD (post-traumatic stress disorder) hidup dengan tingkat stress dan kecemasan yang tinggi setiap hari. Statistik Kecanduan Perjudian menunjukkan tingginya tingkat kecanduan judi diantara penderita PTSD.

 border=

– Gejala PTSD dapat mempengaruhi siapa saja.

– Sebanyak 34% dari mereka yang mencari pengobatan untuk gejala kecanduan judi positif mengidap PTSD.

5. Perjudian dan Penyakit Mental

Layaknya kecanduan yang merusak cara berpikir dan fungsi otak, orang yang tengah berjuang dengan masalah perjudian memiliki faktor terkena gangguan mental. Menurut University of North Carolina di Greensboro, Statistik Kecanduan Perjudian mencatat tingginya insiden untuk beberapa jenis penyakit mental, beberapa diantaranya termasuk :

– Gangguan depresi

– Gangguan kecemasan

– Gangguan penyalahgunaan obat-obatan terlarang

– Gangguan kepribadian anti-sosial

Sama seperti jenis kecanduan lainnya, apabila kecanduan judi tidak diobati secara cepat maka sang penjudi akan mendapatkan sesuatu hal yang lebih buruk.

Beberapa fakta lain terkait faktor kecanduan judi di Amerika Serikat adalah :

– Dewan Nasional Masalah Perjudian AS memperkirakan jika populasi negara Amerika sebanyak 2 juta jiwa, sekitar 1% dari populasi tersebut mengidap perjudian patologis. Sebagai tambahan sebanyak 2 sampai 3% dianggap sebagai penjudi bermasalah dan orang-orang yang mempunyai sifat ini akan mempengaruhi kehidupan keseharian mereka.

– Menurut Medline Plus, kaum pria cenderung menunjukkan tanda-tanda judi patologis diawal masa remaja mereka sementara kaum wanita kecil kemungkinannya sekitar usia 20 dan 40 tahun. Namun fakta lain berbicara, kecanduan judi dapat mempengaruhi orang dari segala usia.

 border=

– Dalam daftar “The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders IV” berisi 10 kriteria untuk mendiagnosis penjudi patalogis, kehadiran 10 karakteristik ini menunjukkan gejala kecanduan judi seperti :

1. Menyukai berbagai aksi perjudian.
2. Ketidakmampuan untuk berhenti berjudi, meskipun telah berupaya semaksimal mungkin.
3. Mudah marah ketika membahas soal perjudian.
4. Bertaruh dengan nominal yang besar.
5. Perjudian dianggap suatu cara untuk menghilangkan stress atau melarikan diri dari masalah.
6. Terus-menerus berupaya untuk menanggulangi kerugian.
7. Sering berbohong kepada orang lain terkait masalah perjudian.
8. Sering meminjam uang sama orang lain untuk bermain judi.
9. Mempertaruhkan hubungan pribadi dan karir demi perjudian.
10. Melakukan kejahatan guna memenuhi nafsu berjudi.